Tanaman daun ungu memiliki nama ilmiah Graptophyllum pictum, (Linn), Griff. Di daerah dikenal dengan nama demung, tulak, wungu (Jawal), daun temen-temer, handeuleum (Sunda), temen (Bali), karotong (Madura), daun putri, dongora (Ambon), kobi-kobi (Ternate). Daun ungu termasuk tumbuhan perdu yang memiliki batang tegak, ukurannya kecil dan tingginya hanya dapat mencapai 3 meter. Biasanya tumbuh liar, tapi ada juga yang menanam sebagai tanaman hias atau tanaman obat.
Batangnya berwarna ungu, penampang batangnya berbentuk mendekati segi tiga tumpul. Daunnya mempunyai struktur posisi daun yang letaknya berhadap-hadapan. Daunnya memiliki kandungan kimia, antara lain: alcohol, pectin, dan asam formiat. Bunga bersusun dalam satu rangkaan tandan yang berwarna merah tua.
Berikut ini adalah khasiat daun ungu untuk kesehatan dan pengobatan.
1. Manfaat Daun Ungu untuk Melancarkan Buang Air Seni
Ambil 1-2 genggam daun ungu dan adas pulawaras secukupnya. Tumbuk sampai halus, kemudian oleskan pada bagian perut seperti param.
2. Daun Ungun untuk Obat Reumatik
Ambil 1-2 genggam daun ungu. Tumbuk sampai halus, kemudian oleskan pada bagian yang sakit sebagai param.
3. Daun Ungu untuk Obat Bisul
Ambil 2 lembar daun ungu. Olesi dengan minyak kelapa kemudian dipanggang di atas api. Ketika keadaan masih hangat, tempelkan pada bagian yang sakit.
4. Daun Ungu untuk Obat Ambeien
Daun ungu juga bisa dikonsumsi untuk pengobatan ambeien. Berikut ini ada 3 resep yang bisa anda coba untuk mengonsumsi daun ungu.
a. Keripik Daun Ungu
Ambil beberapa lembar daun ungu dan bersihkan. Buat adonan tepung kanji dan tepung beras yang dicampur dengan telur dan bumbu yang sudah dihaluskan yaitu bawang putih, ketumbar dan kemiri. Selanjutnya, adonan dicampur dengan air dan daun ungu yang sudah dibersihkan tadi di celupkan ke dalam adonan tersebut. Setelah itu goreng dengan minyak goreng dengan api kecil.
b. Oseng-oseng Daun Ungu
Untuk membuat oseng-oseng daun ungu ini, Anda bisa mencampurnya dengan daun sawi dan/atau toge. Semua bahan dicuci bersih. Daun ungu dan daun sawi dipotong-potong. Kemudian tumis kedua bahan tersebut dengan ditambah toge dan irisan bawang merah dan bawang putih. Untuk tujuan pengobatan ini, Anda tidak boleh menggunakan cabe.
c. Pangsit Kuah Daun Ungu
Siapkan 20 lembar kulit pangsit dan beberapa lembar daun ungu yang sudah dibersihkan dan diiris kasar. Lalu siapkan juga bahan yang isinya yaitu 100 gr daging ayam cincang, 100 gr udang cincang, 1 cm jahe dicincang, 1 btg daun bawang diiris tipis, 1 sdt minyak wijen, 2 siung bawang putih dicincang halus, 1/2 sdt garam, ½ sdt lada, 1 butir telur.
Setelah itu siapkan duahnya dengan bahan: 1500 ml kaldu ayam, 1 btg daun bawang dipotong ½ cm. 1 sdt kecap asin, ½ sdt garam, ½ sdt lada, 1 sdt minyak wijen. Rebus bahan kuah hingga menddh. Angkat, sishkan.
Lalu aduk semua bahan isi, uleni sampai kalis. Ambil selembar kulit pangsit. Beri 1 sendok teh adonan isi, bentuk segitiga, rekatkan ujungnya dengan puth telur, tekuk kulit ke belakang. Lakukan sampai adonan habis.
Didihkan air dalam panci, rebus pangsit sampai terapung. angkat, masukkan ke dalam kuah. Masak sebentar, dan terakhir masukkan daun ungu. Angkat, sajikan pangsit dengan taburan bawang goreng.
Home » reumatik
Tampilkan postingan dengan label reumatik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reumatik. Tampilkan semua postingan
Atasi Reumatik dengan Menggunakan Daun Madu
Daun madu dapat dimanfaatkan untuk mengobati reumatik dan meluruhkan air seni.
Daun madu memiliki nama ilmiah Barleria cristata L. Di Jawa tanaman ini dikenal dengan nama Landep. Di Philipina disebut dengan nama Kolintang violeta.
Tanaman daun madu berasal dari India. Tanaman ini banyak dipakai tanaman pagar. Merupakan tanaman semak dan tingginya bias mencapai 1-3 m dan memiliki banyak cabang. Batangnya berkatu, berbuku-buku, berambut, berwarna hijau kecokelatan. Batangnya mengandung polifenol, saponin, flavonoida, kalsium oksalat, lemak, substansi pektik, dan asam formik.
Tanaman daun madu memiliki daun tunggal, berhadapan, helaian elips sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, tulang daun menyirip, kedua permukaan berambut, panjang 4-8 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan. Daun tumbuhan ini mengandung polifenol dan substansi pektik.
Tanaman daun madu memiliki bunga tunggal atau berpasangan, dan muncul di ketiak daun dan ujung tangkai. Warnanya ungu atau putih. Buahnya berbentuk elips, panjang 1,5 cm berwarna coklat. Bijinya kecil pipih berwarna coklat.
Daun tanaman madu dapat dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit reumatik dan sebagai peluruh air seni. Caranya adalahsebagai berikut:
Ambil 1 genggam daun madu dan ¼ sendok teh kapur sirih. Daun madu dicuci sampai bersih. Tambahkan kapur sirih Tumbuk sampai lumat. Untuk pengobatan reumatik, balurkan pada bagian tubuh yang terkena reumatik. Untuk peluruh air seni, balurkan pada perut.
Daun madu memiliki nama ilmiah Barleria cristata L. Di Jawa tanaman ini dikenal dengan nama Landep. Di Philipina disebut dengan nama Kolintang violeta.
Tanaman daun madu berasal dari India. Tanaman ini banyak dipakai tanaman pagar. Merupakan tanaman semak dan tingginya bias mencapai 1-3 m dan memiliki banyak cabang. Batangnya berkatu, berbuku-buku, berambut, berwarna hijau kecokelatan. Batangnya mengandung polifenol, saponin, flavonoida, kalsium oksalat, lemak, substansi pektik, dan asam formik.
Tanaman daun madu memiliki daun tunggal, berhadapan, helaian elips sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, tulang daun menyirip, kedua permukaan berambut, panjang 4-8 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan. Daun tumbuhan ini mengandung polifenol dan substansi pektik.
Tanaman daun madu memiliki bunga tunggal atau berpasangan, dan muncul di ketiak daun dan ujung tangkai. Warnanya ungu atau putih. Buahnya berbentuk elips, panjang 1,5 cm berwarna coklat. Bijinya kecil pipih berwarna coklat.
Daun tanaman madu dapat dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit reumatik dan sebagai peluruh air seni. Caranya adalahsebagai berikut:
Ambil 1 genggam daun madu dan ¼ sendok teh kapur sirih. Daun madu dicuci sampai bersih. Tambahkan kapur sirih Tumbuk sampai lumat. Untuk pengobatan reumatik, balurkan pada bagian tubuh yang terkena reumatik. Untuk peluruh air seni, balurkan pada perut.
Posted by Kados Kudus
at 08.13,
2 Comments
Read more
Obati Tetanus dengan Ramuan dari Daun Jintan
Daun jintan memiliki khasiat untuk mengobati penyakit batuk, sariawan, sakit kepala, reumatik, tetanus, asma dan sesak napas.
Tanaman jintan memiliki nama ilmiah Plectranthus amboinicus (L) Spreng. Di daerah dikenal dengan nama jinten (Jawa), ajeran (Sunda), majanereng (Madura), iwak (Bali), golong (Flores), kuwuetu (Timor). Sinonimnya adalah: Coleus amboinicus Lour, Coleus aromatic Benth
Daun jintan memiliki aroma mirip dengan oregano, yakni sejenis rempah yang memberi rasa dan aroma khas yang biasa digunakan dalam makanan Pizza. Tanaman jintan banyak ditanam sebagai tanaman hias. Jintan merupakan tanaman semak, menjalar. Batang berkayu, lunak, beruas-ruas. Ruas yang menempel di tanah akan tumbuh akar, batang muda berwarna hijau pucat.
Daunnya tunggal mudah patah, bentuk bulat telur, tepi beringgit, berabut, panjang 6-7 cm, lebar 5-6 cm, bertulang menyirip, warna hijau muda. Daunnya yang tebal berbau harum serta digunakan untuk keramas dan mencuci pakaian. Bunganya majemuk berbentuk tandan, mahkota bentuk mangkok, dan berwarna ungu.
Berikut ini beberapa manfaat daun jintan untuk kesehatan.
1. Daun Jintan untuk Obat Batuk
Cara pertama: Ambil 7 helai daun jintan dan siapkan 100 ml air panas. Daun jintan diseduh dalam air panas. Setelah dingin disaring. Diminum 2 kali sehari, selama 2 minggu.
Cara kedua: Ambil 10 helai daun jintan, 3-5 helain daun sirih, 7 buah kapulaga, 1 jari kayu manis, 5 gelas air bersih dan sedikit gula batu. Semua bahan direbus alam ar hingga sisanya separuh. Tambahkan gula batu. Setelah dingin disaring. Silakan diminum setengah gelas, 3 kali sehari.
2. Dauun Jintan untuk Obat Sariawan
Ambil daun jintan, secukupnya. Cuci bersih dan kemudian dikunyah-kunyah, lalu dihisap-hisap cairannya, dan ampasnya dibuang.
3. Daun Jintan untuk Obat Sakit Kepala
Ambil beberapa lembar daun jintan. Cuci sampai bersih, lalu ditumbuk. Pijatlah pelipis kening dan tengkuk dengan tumbukan daun jintan, ulangi beberapa kali.
4. Daun Jintan untuk Obat Reumatik
Ambil beberapa lembar daun jintan dan kapur sirih secukupnya. Daun jintan dicuci sampai bersih, lalu ditumbuk. Campur dengan kapur sirih. Tempelkan ramuan ini pada daerah yang sakit lalu dibalut. Lakukan pagi dan sore.
5. Daun Jintan untuk Obat Tetanus
Ambil daun jintan 1 genggam, 2 gelas air bersih, dan sedikit madu. Daun jintan direbus dengan 2 gelas air hingga sisanya menjadi seperempat (1/4) gelas. Tambahkan madu. Setelah dingin disaring. Diminum 3 kali sehari.
6. Daun Jintan untuk Obat Asma dan Sesak napas
Ambil 7 helai daun jintan, 2 jari bidara upas, 2 jari temu lawak, 1 jari kayu manis, 2 jari jahe, 5 gelas air bersih, sedikit madu. Semua bahan direbus dalam air dengan api kecil hingga sisanya tinggal 2 gelas. Tambahkan madu setelah dingin. Diminum gelas 3 kali sehari.
Tanaman jintan memiliki nama ilmiah Plectranthus amboinicus (L) Spreng. Di daerah dikenal dengan nama jinten (Jawa), ajeran (Sunda), majanereng (Madura), iwak (Bali), golong (Flores), kuwuetu (Timor). Sinonimnya adalah: Coleus amboinicus Lour, Coleus aromatic Benth
Daun jintan memiliki aroma mirip dengan oregano, yakni sejenis rempah yang memberi rasa dan aroma khas yang biasa digunakan dalam makanan Pizza. Tanaman jintan banyak ditanam sebagai tanaman hias. Jintan merupakan tanaman semak, menjalar. Batang berkayu, lunak, beruas-ruas. Ruas yang menempel di tanah akan tumbuh akar, batang muda berwarna hijau pucat.
Daunnya tunggal mudah patah, bentuk bulat telur, tepi beringgit, berabut, panjang 6-7 cm, lebar 5-6 cm, bertulang menyirip, warna hijau muda. Daunnya yang tebal berbau harum serta digunakan untuk keramas dan mencuci pakaian. Bunganya majemuk berbentuk tandan, mahkota bentuk mangkok, dan berwarna ungu.
Berikut ini beberapa manfaat daun jintan untuk kesehatan.
1. Daun Jintan untuk Obat Batuk
Cara pertama: Ambil 7 helai daun jintan dan siapkan 100 ml air panas. Daun jintan diseduh dalam air panas. Setelah dingin disaring. Diminum 2 kali sehari, selama 2 minggu.
Cara kedua: Ambil 10 helai daun jintan, 3-5 helain daun sirih, 7 buah kapulaga, 1 jari kayu manis, 5 gelas air bersih dan sedikit gula batu. Semua bahan direbus alam ar hingga sisanya separuh. Tambahkan gula batu. Setelah dingin disaring. Silakan diminum setengah gelas, 3 kali sehari.
2. Dauun Jintan untuk Obat Sariawan
Ambil daun jintan, secukupnya. Cuci bersih dan kemudian dikunyah-kunyah, lalu dihisap-hisap cairannya, dan ampasnya dibuang.
3. Daun Jintan untuk Obat Sakit Kepala
Ambil beberapa lembar daun jintan. Cuci sampai bersih, lalu ditumbuk. Pijatlah pelipis kening dan tengkuk dengan tumbukan daun jintan, ulangi beberapa kali.
4. Daun Jintan untuk Obat Reumatik
Ambil beberapa lembar daun jintan dan kapur sirih secukupnya. Daun jintan dicuci sampai bersih, lalu ditumbuk. Campur dengan kapur sirih. Tempelkan ramuan ini pada daerah yang sakit lalu dibalut. Lakukan pagi dan sore.
5. Daun Jintan untuk Obat Tetanus
Ambil daun jintan 1 genggam, 2 gelas air bersih, dan sedikit madu. Daun jintan direbus dengan 2 gelas air hingga sisanya menjadi seperempat (1/4) gelas. Tambahkan madu. Setelah dingin disaring. Diminum 3 kali sehari.
6. Daun Jintan untuk Obat Asma dan Sesak napas
Ambil 7 helai daun jintan, 2 jari bidara upas, 2 jari temu lawak, 1 jari kayu manis, 2 jari jahe, 5 gelas air bersih, sedikit madu. Semua bahan direbus dalam air dengan api kecil hingga sisanya tinggal 2 gelas. Tambahkan madu setelah dingin. Diminum gelas 3 kali sehari.
Posted by Kados Kudus
at 00.08,
Add Comment
Read more
Obati Sakit Kepala Anda Secara Alami dengan Daun Encok
Daun encok bisa dimanfaatkan untuk mengobati sakit reumatik, sakit kepala, dan memperlancar kencing.
Daun encok memiliki nama ilmiah Plumbogo zeylanica L. Di nusanara dikenal sebagai daun encok, ki encok (Sunda); ceraka (Sumatera), bama, godong encok, poksor Jawa), kareka (Madura): bama (Bali); oporie (Timor). Di negara lain dikenal sebagai agni, chitra, chitraka (India, Pakistan), ceylon leadwort, white flowered leadwort. Sinonimnya adalah P. auriculata, Bl; Tela alba, Lour
Tanaman daun encok tumbuh liardi ladang, di tepi aliran air atau ditanam di pekarangan sebagai pagar hidup. Taman encok berasal dari sri Lanka, yang kemudian menyebar ke kawasan tropik, termasuk Indonesia. Tanaman tahunan ini berbatang panjang, tingginya mencapai 2 meter. Batang berkayu, bulat, licin, beralur, dan bercabang-cabang
Daunnya berwarna hijau, termasuk berdaun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 1,5-2,5 cm. Pangkal tangkai daun agak melebar. Daun bulat telur sampai jorong, panjang 5-11 cm, lebar 2-5 cm, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, dan pertulangan menyirip. Daunnya mengandung plumbagin,3-3
biplumbagin, 3 chloroplumbagin, chitranone (3-6-biplumbagin), dan droserone (2-hydroxyplum bagin). Awas hati-hati!!! Zat berkhasiat yang bernama pumbagin ini sangat beracun. Kalau kena kulit bisa melepuh seperti luka bakar.
Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung tangkai, kecil-kecil, berambut, berwarna putih. Buah kecil, bulat panjang, ketika masih muda hijau, setelah tua berubah hitam. Bijinya kecil dan berwarna cokelat.
Berikut ini beberapa khasiat dari daun encok:
1. Penggunaan Daun Encok Untuk Pengobatan Reumatik
Cara pertama: Ambil 1 genggam daun encok dan siapkan air hangat secukupnya. Daun encok ditumbuk sampai halus. Tambahkan air hangat seperlunya sampai menjadi adonan seperti bubur. Gosokkan pada bagian tubuh yang sakit, lakukan 2 kali sehari.
Cara Kedua: Ambil sekitar 15 gram daun encok dan siapkan 1 sendok makan kapur sirih. Daun encok dicuci bersih, lalu tambahkan kapur sirih dan ditumbuk sampai lumat. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit.
2, Penggunaan Daun Encok Untuk Menyembuhkan Sakit kepala
Cara pertama: Ambil daun encok secukupnya dan minyak kelapa secukupnya. Daun encok dipipis. Tambahkan sedikit minyak kelapa, diaduk hingga seperti bubur. Letakkan di pelipis dan bagian kepala yang sakit sebagai tapal. Awas, jangan terlalu lama. Paling lama 30 menit!!
Cara kedua: Ambil daun encok dan minyak kelapa secukupnya. Daun encok dicuci sampai bersih kemudian dimemarkan. Olesi dengan minyak kelapa, lalu dilayukkan di atas api. Tempelkan di belakang telinga. Awas paling lama 30 menit!!
3. Daun Encok untuk Memperlancar Kencing
Ambil daun encok secukupnya, dan adas pulasari secukupnya. Daun encok dan adas pulasari digiling sampai halus. Gosokkan di perut bagian bawah, tepat pada posisi kandung kencing, Awas, paling lama 30 menit!!
Peringatan
1. Perempuan hamil dilarang menggunakan ramuan daun encok.
2. Daun ini hanya digunakan untuk pemakaian luar. Pemakaian luar pun tetap dibatasi, yakni selama-lamanya setengah jam. Jika terlalu lama bisa menyebabkan timbulnya lepuh seperti luka bakar,
3. Bila timbul keracunan pada kulit, cuci dengan asam borat (boric acid).
Daun encok memiliki nama ilmiah Plumbogo zeylanica L. Di nusanara dikenal sebagai daun encok, ki encok (Sunda); ceraka (Sumatera), bama, godong encok, poksor Jawa), kareka (Madura): bama (Bali); oporie (Timor). Di negara lain dikenal sebagai agni, chitra, chitraka (India, Pakistan), ceylon leadwort, white flowered leadwort. Sinonimnya adalah P. auriculata, Bl; Tela alba, Lour
Tanaman daun encok tumbuh liardi ladang, di tepi aliran air atau ditanam di pekarangan sebagai pagar hidup. Taman encok berasal dari sri Lanka, yang kemudian menyebar ke kawasan tropik, termasuk Indonesia. Tanaman tahunan ini berbatang panjang, tingginya mencapai 2 meter. Batang berkayu, bulat, licin, beralur, dan bercabang-cabang
Daunnya berwarna hijau, termasuk berdaun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 1,5-2,5 cm. Pangkal tangkai daun agak melebar. Daun bulat telur sampai jorong, panjang 5-11 cm, lebar 2-5 cm, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, dan pertulangan menyirip. Daunnya mengandung plumbagin,3-3
biplumbagin, 3 chloroplumbagin, chitranone (3-6-biplumbagin), dan droserone (2-hydroxyplum bagin). Awas hati-hati!!! Zat berkhasiat yang bernama pumbagin ini sangat beracun. Kalau kena kulit bisa melepuh seperti luka bakar.
Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung tangkai, kecil-kecil, berambut, berwarna putih. Buah kecil, bulat panjang, ketika masih muda hijau, setelah tua berubah hitam. Bijinya kecil dan berwarna cokelat.
Berikut ini beberapa khasiat dari daun encok:
1. Penggunaan Daun Encok Untuk Pengobatan Reumatik
Cara pertama: Ambil 1 genggam daun encok dan siapkan air hangat secukupnya. Daun encok ditumbuk sampai halus. Tambahkan air hangat seperlunya sampai menjadi adonan seperti bubur. Gosokkan pada bagian tubuh yang sakit, lakukan 2 kali sehari.
Cara Kedua: Ambil sekitar 15 gram daun encok dan siapkan 1 sendok makan kapur sirih. Daun encok dicuci bersih, lalu tambahkan kapur sirih dan ditumbuk sampai lumat. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit.
2, Penggunaan Daun Encok Untuk Menyembuhkan Sakit kepala
Cara pertama: Ambil daun encok secukupnya dan minyak kelapa secukupnya. Daun encok dipipis. Tambahkan sedikit minyak kelapa, diaduk hingga seperti bubur. Letakkan di pelipis dan bagian kepala yang sakit sebagai tapal. Awas, jangan terlalu lama. Paling lama 30 menit!!
Cara kedua: Ambil daun encok dan minyak kelapa secukupnya. Daun encok dicuci sampai bersih kemudian dimemarkan. Olesi dengan minyak kelapa, lalu dilayukkan di atas api. Tempelkan di belakang telinga. Awas paling lama 30 menit!!
3. Daun Encok untuk Memperlancar Kencing
Ambil daun encok secukupnya, dan adas pulasari secukupnya. Daun encok dan adas pulasari digiling sampai halus. Gosokkan di perut bagian bawah, tepat pada posisi kandung kencing, Awas, paling lama 30 menit!!
Peringatan
1. Perempuan hamil dilarang menggunakan ramuan daun encok.
2. Daun ini hanya digunakan untuk pemakaian luar. Pemakaian luar pun tetap dibatasi, yakni selama-lamanya setengah jam. Jika terlalu lama bisa menyebabkan timbulnya lepuh seperti luka bakar,
3. Bila timbul keracunan pada kulit, cuci dengan asam borat (boric acid).
Posted by Kados Kudus
at 22.47,
Add Comment
Read more
Daun Dewa Berkhasiat untuk Mengobati Kutil
Daun dewa memiliki nama ilmiah Gynura segetum (Lour.) Merr, juga dikenal sebagai Gynura procumbens, (Lour.), Merr; G. pseudochina DC; G. divaricata DC; G. ovalis DC.; Senecio divarigata L. Di Sumatra tanaman ini dikenal dengan nama Beluntas cina. Di Cina dikenal dengan nama Samsit, San qi cao.
Daun dewa termasuk tanaman tahunan, tingginya mencapai 50 cm. Batang daun berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli (coklat merah tua), bila agak tua bercabang banyak. Daun dewa banyak ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias dan sekaligus tanaman obat. Daun dewa memiliki kandungan kimia berupa: saponin, minyak atsiri, flavonoid. Menurut hasilpenelitian Fakultas Farmasi UGM dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), secara laboratoris ekstrak etanol daun dewa mampu menghambat pertumbuhan tumor paru pada mencit (tikus putih kecil).
Daun dewa memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh. Yang biasa dimanfaatkan adalah umbi dan daunnya. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari daunnya.
Daun Dewa untuk Mengobati Kutil
Ambil daun dewa secukupnya. Haluskan. Tempelkan pada bagian kulit yang sakit dan biarkan hingga keesokan harinya.
Daun Dewa untuk Mengobati Tumor
Ambil kurang lebih 30 gram daun dewa, 20 gram temu putih, 30 gram jombang, dan 600 ml air. Semua bahan direbus hingga mendidih dan ditunggu hingga kurang lebih menjadi separuhnya kemudian disaring. Diminum 1 gelas sehari.
Daun Dewa untuk Mengobati Reumatik
Ambil kurang lebih 30 gram daun dewa, 10 gram jahe merah, 30 gram akar sawi langit, dan 600 ml air. Semua bahan direbus hingga mendidih dan ditunggu hingga kurang lebih menjadi separuhnya kemudian disaring. Diminum 1 gelas sehari.
Daun Dewa untuk Mengobati Diabetes Melitus
Ambil 5 helai daun dewa. Cuci bersih lalu diseduh. Saring dan minum airnya. Lakukan sekali setiap hari.
Daun dewa termasuk tanaman tahunan, tingginya mencapai 50 cm. Batang daun berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli (coklat merah tua), bila agak tua bercabang banyak. Daun dewa banyak ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias dan sekaligus tanaman obat. Daun dewa memiliki kandungan kimia berupa: saponin, minyak atsiri, flavonoid. Menurut hasilpenelitian Fakultas Farmasi UGM dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), secara laboratoris ekstrak etanol daun dewa mampu menghambat pertumbuhan tumor paru pada mencit (tikus putih kecil).
Daun dewa memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh. Yang biasa dimanfaatkan adalah umbi dan daunnya. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari daunnya.
Daun Dewa untuk Mengobati Kutil
Ambil daun dewa secukupnya. Haluskan. Tempelkan pada bagian kulit yang sakit dan biarkan hingga keesokan harinya.
Daun Dewa untuk Mengobati Tumor
Ambil kurang lebih 30 gram daun dewa, 20 gram temu putih, 30 gram jombang, dan 600 ml air. Semua bahan direbus hingga mendidih dan ditunggu hingga kurang lebih menjadi separuhnya kemudian disaring. Diminum 1 gelas sehari.
Daun Dewa untuk Mengobati Reumatik
Ambil kurang lebih 30 gram daun dewa, 10 gram jahe merah, 30 gram akar sawi langit, dan 600 ml air. Semua bahan direbus hingga mendidih dan ditunggu hingga kurang lebih menjadi separuhnya kemudian disaring. Diminum 1 gelas sehari.
Daun Dewa untuk Mengobati Diabetes Melitus
Ambil 5 helai daun dewa. Cuci bersih lalu diseduh. Saring dan minum airnya. Lakukan sekali setiap hari.
Daun Dewa untuk Mengobati Pendarahan dan Payudara Membengkak
Ambil kurang lebih 15 gram daun dewa, cuci dan rebus dengan 600 ml air. Tunggu hingga kurang lebih menjadi separuhnya kemudian disaring. Diminum 1/2 (setengah) gelas 3 kali sehari.
Ambil kurang lebih 15 gram daun dewa, cuci dan rebus dengan 600 ml air. Tunggu hingga kurang lebih menjadi separuhnya kemudian disaring. Diminum 1/2 (setengah) gelas 3 kali sehari.
Posted by Kados Kudus
at 08.25,
Add Comment
Read more
Jahe Membantu Memelihara Keperkasaan Pria
Rimpang jahe sangat berguna untuk menyembuhkan reumatik, encok, sakit pinggang, keseleo, capek, pegal-pegal, batuk, dan impoten.
Jahe merupakan tanaman berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m. Rimpang jahe bisa dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun tanaman jahet berpasangan, berbentuk pedang, panjang 15-23 cm, lebar 8-15 mm, tangkai daun berbulu sekitar 2-4 mm, bentuk lidah daun memanjang kurang lebih 7,5 - 10 mm tetapi tidak berbulu. Bunga tumbuh dari rimpangnya dan terpisah dari daun atau batang semuanya. Bunga itu berupa malai yang tersembul di permukaan tanah, berbentuk tongkat atau kadang-kadang bulat telur.
Ada 3 jenis jahe yang dikenal di Indonesia. Jahe Sunti berwarna merah sampai jingga. Rimpangnya kecil. Seratnya kasar. Aroma tajam dan sangat pedas. Kandungan rata-rata minyak atsrinya paling tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya. Jahe sunti banyak digunakan dalam industri obat-obatan.
Jenis kedua adalah Jahe Gajah atau yang dikenal dengan nama Jahe badak (Jawa Barat) atau jahe kombongan (Bengkulu). Jahe gajah memiliki rimpang paling besar, berwarna kuning atau kuning muda. Seratnya sedikit dan lembut. Aromanya kurang tajam dan rasanya kurang pedas. Kandungan minyak atsirinya paling sedikit dibandingkan dengan yang lain. Banyak digunakan sebagai rempah-rempah, minuman, dan makanan. Jahe gajah juga dibuat asinan dan banyak dikonsumsi di Jepang.
Yang ketika adalah Jahe Emprit.Jahe ini paling banyak dijumpai di pasaran. Digunakan sebagai bahan baku minuman, rempah-rempah dan penyedap makanan. Rimpangnya lebih beasr dibandingkan jahe sunti tetapi lebih kecil daripada jahe gajah. Agak pipih dan berwarna putih. Kandungan minyak atsirinya cukup tinggi.
Manfaat Jahe untuk Menjaga Keperkasaan
Siapkan 2 rimpang jahe sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis,1 butir telur ayam kampung, 1 sendok teh bubuk kopi, 1 sendok makan kecap, 1 sendok makan madu, dan seujung sendok teh merica. Rimpang jahe diparut dan hasil parutan dicampur dengan 1 gelas air matang. Saring airnya dan campur dengan air jeruk nipis, kuning telur mentah dan aduk sampai merata. Minum ramuan ini sekali dalam seminggu secara teratur.
Manfaat Lain dari Jahe
Jahe untuk Menyembuhkan Reumatik dan Encok
Cara pertama. Ambil rimpang jahe secukupnya, bakar dan cuci bersih, kemudian diparut. Tempelkan hasil parutan jahe pada bagian yang sakit. Lakukan secara teratur sampai sembuh.
Cara kedua. Ambil 4 rimpang jahe sebesar ibu jari, 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, dan 2 sendok makan buah cengkeh kering. Semua bahan ditumbuk halus dan ditambah dengan 2-3 sendok makan air tajin. Oleskan sebagai obat pada bagian yang sakit. Lakukan 3-5 hari secara berturut-turut.
Jahe untuk Meyembuhkan Sakit Pinggang dan Keseleo
Ambil sekitar 4-8 rimpag jahe sebesar ibu jari dan buah asam jawa yang sudah masak secukupnya. Rimpang jahe diparut dan campur dengan buah asam jawa sampai merata. Oleskan pada bagian badan yang terasa sakit.
Jahe untuk Capai dan Pegal-Pegal
Cara Pertama. Ambil 2 rimpang jahe sebesar ibu jari dan susu segar secukupnya. Baka rimpang jahe dan bersihkan. Rebus bersama susu segar. Silakan diminum.
Cara Kedua. Siapkan 2 rimpang jahe sebesar ibu jari, 1 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 ikat daun kemangi, 1 genggam beras yang sudah direndam air dan sedikit garam dapur. Semua bahan ditumbuk halus bersama-ama. OLeskan sebagai param.
Cara Ketiga. Ambil 3 rimpang jahe sebesar ibu jari, tepung terigu secukupnya dan 1 potong asam jawa yang sudah masak. Parut rimpang jahe, kemudian tambahkan tepung terigu dan asam jawa untuk dibuat adonan dengan ditambah air ganhat. Oleskan sebagai param.
Jahe untuk Mengobati Batuk
Cara Pertama. Sediakan 2-3 rimpang jahe sebesar ibu hari. Rebus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Tunggu hingga menjadi 1 gelas. Diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.
Cara Kedua. Sediakan sekitar 3-4 rimpang jahe sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1 sendok teh kayu putih. Parut rimpang jahe, bakar jeruk nipis dan peras untuk diambil airnya. Semua bahan dicampur dan diremas-remas. Oleskan pada bagian dada anak balita yang sakit, pagi dan sore hari setelah mandi atau mejelang tidur.
Jahe merupakan tanaman berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m. Rimpang jahe bisa dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun tanaman jahet berpasangan, berbentuk pedang, panjang 15-23 cm, lebar 8-15 mm, tangkai daun berbulu sekitar 2-4 mm, bentuk lidah daun memanjang kurang lebih 7,5 - 10 mm tetapi tidak berbulu. Bunga tumbuh dari rimpangnya dan terpisah dari daun atau batang semuanya. Bunga itu berupa malai yang tersembul di permukaan tanah, berbentuk tongkat atau kadang-kadang bulat telur.
Ada 3 jenis jahe yang dikenal di Indonesia. Jahe Sunti berwarna merah sampai jingga. Rimpangnya kecil. Seratnya kasar. Aroma tajam dan sangat pedas. Kandungan rata-rata minyak atsrinya paling tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya. Jahe sunti banyak digunakan dalam industri obat-obatan.
Jenis kedua adalah Jahe Gajah atau yang dikenal dengan nama Jahe badak (Jawa Barat) atau jahe kombongan (Bengkulu). Jahe gajah memiliki rimpang paling besar, berwarna kuning atau kuning muda. Seratnya sedikit dan lembut. Aromanya kurang tajam dan rasanya kurang pedas. Kandungan minyak atsirinya paling sedikit dibandingkan dengan yang lain. Banyak digunakan sebagai rempah-rempah, minuman, dan makanan. Jahe gajah juga dibuat asinan dan banyak dikonsumsi di Jepang.
Yang ketika adalah Jahe Emprit.Jahe ini paling banyak dijumpai di pasaran. Digunakan sebagai bahan baku minuman, rempah-rempah dan penyedap makanan. Rimpangnya lebih beasr dibandingkan jahe sunti tetapi lebih kecil daripada jahe gajah. Agak pipih dan berwarna putih. Kandungan minyak atsirinya cukup tinggi.
Manfaat Jahe untuk Menjaga Keperkasaan
Siapkan 2 rimpang jahe sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis,1 butir telur ayam kampung, 1 sendok teh bubuk kopi, 1 sendok makan kecap, 1 sendok makan madu, dan seujung sendok teh merica. Rimpang jahe diparut dan hasil parutan dicampur dengan 1 gelas air matang. Saring airnya dan campur dengan air jeruk nipis, kuning telur mentah dan aduk sampai merata. Minum ramuan ini sekali dalam seminggu secara teratur.
Manfaat Lain dari Jahe
Jahe untuk Menyembuhkan Reumatik dan Encok
Cara pertama. Ambil rimpang jahe secukupnya, bakar dan cuci bersih, kemudian diparut. Tempelkan hasil parutan jahe pada bagian yang sakit. Lakukan secara teratur sampai sembuh.
Cara kedua. Ambil 4 rimpang jahe sebesar ibu jari, 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, dan 2 sendok makan buah cengkeh kering. Semua bahan ditumbuk halus dan ditambah dengan 2-3 sendok makan air tajin. Oleskan sebagai obat pada bagian yang sakit. Lakukan 3-5 hari secara berturut-turut.
Jahe untuk Meyembuhkan Sakit Pinggang dan Keseleo
Ambil sekitar 4-8 rimpag jahe sebesar ibu jari dan buah asam jawa yang sudah masak secukupnya. Rimpang jahe diparut dan campur dengan buah asam jawa sampai merata. Oleskan pada bagian badan yang terasa sakit.
Jahe untuk Capai dan Pegal-Pegal
Cara Pertama. Ambil 2 rimpang jahe sebesar ibu jari dan susu segar secukupnya. Baka rimpang jahe dan bersihkan. Rebus bersama susu segar. Silakan diminum.
Cara Kedua. Siapkan 2 rimpang jahe sebesar ibu jari, 1 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 ikat daun kemangi, 1 genggam beras yang sudah direndam air dan sedikit garam dapur. Semua bahan ditumbuk halus bersama-ama. OLeskan sebagai param.
Cara Ketiga. Ambil 3 rimpang jahe sebesar ibu jari, tepung terigu secukupnya dan 1 potong asam jawa yang sudah masak. Parut rimpang jahe, kemudian tambahkan tepung terigu dan asam jawa untuk dibuat adonan dengan ditambah air ganhat. Oleskan sebagai param.
Jahe untuk Mengobati Batuk
Cara Pertama. Sediakan 2-3 rimpang jahe sebesar ibu hari. Rebus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Tunggu hingga menjadi 1 gelas. Diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.
Cara Kedua. Sediakan sekitar 3-4 rimpang jahe sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1 sendok teh kayu putih. Parut rimpang jahe, bakar jeruk nipis dan peras untuk diambil airnya. Semua bahan dicampur dan diremas-remas. Oleskan pada bagian dada anak balita yang sakit, pagi dan sore hari setelah mandi atau mejelang tidur.
Manfaat Daun Asam untuk Menyembuhkan Demam, Reumatik, Eksem, Bisul dan Luka Baru
Pohon asam memiliki nama ilmiah Tamarindus indica, Linn. Asam juga memiliki nama daerah seperti celangi, tangkal asem (Sunda), asem (Jawa). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai tamarind.
Asam merupakan kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya cukup keras dan dapat tumbuh besar. Tingginya bisa mencapai 30 m. Tajuknya berdaun lebat, memencar melebar, berbentuk bulat.
Daun asam jawa berpostus rindang, bertangkai panjang sekitar 17 cm, bersirip genap, dan letaknya berselang-seling. Helaian daunnya berbentuk agak lonjong, ukurannya mencapai 13 cm x 5 cm. Anak daunnya berjumlah 8-16 pasang, berbentuk lonjong menyempit, berukuran 0,5-1 cm x 1-3,5 cm, bertepi rata, pangkalnya miring dan membundar.
Bunganya bertipe tandan renggang, terletak lateral dan di ujung ranting, berbau harum. Daun kelopak bunga berjumlah 4 helai dan daun mahkota bunga berjumlah 5 helai. Putik bunga 1 buah berbakal biji sampai 18 butir.
Buahnya agak silindris, lurus atau bengkok dan berbiji antara 1 sampai 10 butir. Rasa buah asam karena mengandung asam tartarat dan ketika matang terdapat rasa manis.
Berikut ini penyakit-penyakit yang dapat disembuhkan menggunakan ramuan daun asam.

1. Demam
Ambil daun asam 1 genggam dan adas pulowaras (Foeniculum vulgare Mill) secukupnya. Rebus keduanya
menggunakan setengah liter air sampai mendidih kemudian disaring. Airnya diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
2. Reumatik
Ambil daun asam 1 genggam dan 3 biji asam (klungsu). Tumbuk daun dji sampai halus. Kompreskan pada bagian tubuh yang sakit.
3. Eksem, Bisul
Ambil daun asam yang masih muda (sinom) 1 genggam. Ambil 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari. Daun asam dan kunyit ditumbuk sampai halus kemudian tempelkan pada bagian yang sakit.
4. Luka Baru
Ambil daun asam secukupnya. Cuci bersih, kemudian dikunyah sampai lumat. Tempelkan pada luka baru.
Asam merupakan kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya cukup keras dan dapat tumbuh besar. Tingginya bisa mencapai 30 m. Tajuknya berdaun lebat, memencar melebar, berbentuk bulat.
Daun asam jawa berpostus rindang, bertangkai panjang sekitar 17 cm, bersirip genap, dan letaknya berselang-seling. Helaian daunnya berbentuk agak lonjong, ukurannya mencapai 13 cm x 5 cm. Anak daunnya berjumlah 8-16 pasang, berbentuk lonjong menyempit, berukuran 0,5-1 cm x 1-3,5 cm, bertepi rata, pangkalnya miring dan membundar.
Bunganya bertipe tandan renggang, terletak lateral dan di ujung ranting, berbau harum. Daun kelopak bunga berjumlah 4 helai dan daun mahkota bunga berjumlah 5 helai. Putik bunga 1 buah berbakal biji sampai 18 butir.
Buahnya agak silindris, lurus atau bengkok dan berbiji antara 1 sampai 10 butir. Rasa buah asam karena mengandung asam tartarat dan ketika matang terdapat rasa manis.
Berikut ini penyakit-penyakit yang dapat disembuhkan menggunakan ramuan daun asam.

1. Demam
Ambil daun asam 1 genggam dan adas pulowaras (Foeniculum vulgare Mill) secukupnya. Rebus keduanya
menggunakan setengah liter air sampai mendidih kemudian disaring. Airnya diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
2. Reumatik
Ambil daun asam 1 genggam dan 3 biji asam (klungsu). Tumbuk daun dji sampai halus. Kompreskan pada bagian tubuh yang sakit.
3. Eksem, Bisul
Ambil daun asam yang masih muda (sinom) 1 genggam. Ambil 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari. Daun asam dan kunyit ditumbuk sampai halus kemudian tempelkan pada bagian yang sakit.
4. Luka Baru
Ambil daun asam secukupnya. Cuci bersih, kemudian dikunyah sampai lumat. Tempelkan pada luka baru.
Posted by Kados Kudus
at 11.40,
Add Comment
Read more
Langganan:
Postingan (Atom)








