1. Cincau sangat baik dikonsumsi oleh semua kalangan. Bahan ini sangat kaya mineral terutama kalsium dan fosfor.
2. Cincau juga baik dikonsumsi bagi orang yang sedang menjalani diet karena rendah kalori namun tinggi serat.
3. Cincau dipercaya mampu meredakan panas dalam, sembelit, perut kembung, demam dan diare.
4. Sedangkan serat bermanfat untuk membersihkan organ pencernaan dari zat karsinogen penyebab kanker.
5. Daun cincau hijau mengandung senyawa dimetil kurin-1 dimetoidida. Zat ini bermanfaat untuk mengendurkan otot.
6. Senyawa lain seperti isokandrodendrin dipercaya mampu mencegah sel tumor ganas.
7. Cincau juga mengandung alkaloid bisbenzilsokuinolin dan S,S-tetandrin yang berkhasiat mencegah kanker pada ginjal, antiradang dan menurunkan tekanan darah tinggi.
Potensi cincau juga diuji dengan cara dipaparkan pada empat jenis sel kanker, yaitu sel kanker darah (leukemia), kanker mulut rahim, paru, dan payudara. Ekstrak daun cincau ternyata mampu secara mengagumkan membunuh sel kanker darah (leukemia) sebesar 55-90 persen. Sementara kemampuan cincau membunuh sel kanker lain sekira 60 persen. Hal ini menunjukkan cincau hijau mengandung komponen bioaktif pembunuh sel kanker. Selain itu, ternyata cincau hijau juga mampu menyingkirkan senyawa-senyawa berbahaya pemicu kanker.
Kini, manfaat cincau terhadap kanker sedang menjadi perhatian para peneliti. Cincau hijau dipastikan mengandung klorofil, zat yang memberi warna hijau pada daun. Banyak literatur menyebutkan klorofil sebagai zat antioksidan, antiperadangan, dan antikanker. Masih banyak penelitian dilakukan atas khasiat cincau ini, baik cincau hitam maupun hijau. Tak ada salahnya, sembari menunggu hasil yang lebih meyakinkan, kita mengonsumsi cincau yang cukup murah ini.
Note : Sebaiknya untuk penggunaan sebagai obat harus yang segar atau yang belum menjadi agar/ jelly, supaya ramuan mengembang di dalam perut dan mengikat kelebihan lemak dan asam lambung di dalam perut juga bisa menutup luka atau pendarahan dalam lambung dan usus .
Cara Pakai:
1. Ambil kira 15 lembar daun cincau
2. Lalu peras dengan air bersih yang matang satu 3/4 gelas.
3. Peras daun sampai perasaan mengental.
4. Ramuan di minum langsung jangan sampai menjadi agar2
5. Ramuan di minum 2 kali sehari, sebelum makan dan sebelum tidur.
6. Minumlah secara rutin, dalam satu minggu sudah bisa dilihat hasilnya
Baca juga:
Manfaat dari Daun Sukun Kering
Daun Ungu untuk Pengobatan Ambeien
Manfaat Daun Sirsak untuk Kesehatan dan Penyembuhan Sakit-Penyakit
Daun Sendok untuk Mengobati Diabetes Mellitus
Daun Dandang Gendhis Mujarab Sembuhkan Diabetes
Home » perut kembung
Tampilkan postingan dengan label perut kembung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perut kembung. Tampilkan semua postingan
Daun Kentut Sembuhkan Herpes
Sesuai namanya, daun kentut memiliki bau yang tidak sedap. Namun daun ini memiliki banyak manfaat, di antaranya: menyembuhkan herpes zoster, radang telinga, perut mulas, sakit mata, sakit lambung, perut kembung, disentri.
Tanaman kentut memiliki nama ilmiah Paederia scandens (Lour.) Merr. Di nusantara, tanaman ini dikenal dengan nama: Kahitutan (Sunda), kasembukan, sembukan (Jawa), bintaos, kasembhukan (Madura), gumi siki (Ternate) sembukan (Sumatera). Di negeri China dikenal dengan nama Ji shi teng. Sinomimnya adalah: P chinensis Hance. P foetida Auct. P foetida Linn, P tomentosa, BL
Bila daun kentut diremas-remas akan mengeluarkan bau seperti kentut. Namun demikian, tanaman ini punya kelebihan sebagai herba pengobatan. Tanaman daun kentut berbatang memanjat pangkal berkayu, panjang 3-5 m. Tumbuh liar di lapangan terbuka, semak belukar atau di tebing sungai. Ada yang menanam tanaman ini di halaman rumah, yang dirambatkan pada pagar atau pohon, sebagai kelengkapan tanaman obat keluarga.
Daunnya tunggal bertangkai yang panjangnya 1-5 cm, letak berhadapan, bentuknya bundar telur sampai lonjong atau lanset. Pangkal daun berbentuk jantung, ujung runcing, tepi rata, panjang 3-12,5cm, lebar 7 cm, permukaan atas berambut atau gundul dan daun menyirip. Daun (dan juga batangnya) mengandung: asperuloside, deacetalylaspuederoside, scandoside, paederosid, paederosidic acid, gama-sitosterol, arbutin, oleanolic acid, dan minyak menguap.
Bunganya majemuk tersusun dalam malai, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan. Mahkota bunga berwarna putih, bagian dalam tabung berwarna ungu gelap. Buah bulat, warnanya kuning, mengkilap, panjang 4-6 mm.
Berikut ini adalah beberapa manfaatnya:
1. Daun Kentut untuk Mengobati Herpes zoster
Ambil daun tanaman kentut secukupnya. Siapkan juga garam dan aiar secukupnya. Daun kentut dicuci bersih lalu ditumbuk sampai menjadi seperti bubur. Tambahkan air dan garam. Aduk sampai merata. Cara menggunakan adalah dengan membalurkan adonan di sekitar gelembung-gelembung kecil pada kulit yang terserang herpes.
2. Daun Kentut untuk Mengobati Perut Mulas
Ambil daun tanaman kentut sebanyak 25lembar. Cuci bersih kemudian dikukus. Makan sebagai lalapan matang.
3. Daun Kentut untuk Mengobati Sakit Mata
Ambil daun tanaman kentut secukupnya dan siapkan air secukupnya. Daun tanaman kentut dicuci bersih lalu direbus. Setelah mendidih diangkat. Dudukkan penderita di atas uapnya. Bila air sudah berkurang panas dan menjadi hangat, bungkus daunnya dengan sepotong kain dan letakkan di atas mata yang sakit. Bila daun menjadi dingin, kompres tersebut diganti lagi dengan yang baru.
4. Daun Kentut untuk Pengobatan Sakit Lambung, Perut Kembung, dan Disentri
Ambil daun tanaman kentut 15-60 gram. Siapkan 1 cangkir air matang dan 1-2 sendok teh garam. Daun tanaman kentut dicuci kemudian ditumbuk sampai seperti bubur. Tambahkan air matang dan garam dan aduk sampai merata lalu disaring. Minum air hasil saringan sebelum makan.
5. Daun Kentut untuk Mengobati Radang Telinga
Ambil setengah genggam daun tanaman kentut dan garam sebanyak 1 sendok makan. Daun tanaman kentut dicuci bersih kemudian digliing sampai menjadi halus. Remas dengan air garam, diperas dan disaring. Airnya dipakai untuk menetesi telinga sakit. Teteskan 4-6 kali sehari, setiap kali 3 tetes.
Posted by Kados Kudus
at 11.47,
Add Comment
Read more
Langganan:
Postingan (Atom)

